TRY TO BE MY SELF

EVENTOUGHT MY LOVER WANTED TO IMPROVE ME TO BE HES WANNA...I JUST DONT WANT...COS THAT IS NOT ME OK..HOWEVER :)

Monday, 25 June 2012

7 NUTRISI PENAMBAH KESUBURAN pd Pria dan Wanita

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat bahwa vitamin tertentu dapat menambah kesuburan. Misalnya, pasangan suami-istri dianjurkan banyak makan kecambah karena mengandung vitamin E yang baik untuk kesuburan.
Pendapat itu hanya separuh benar. Meskipun vitamin E diperlukan untuk kesuburan, vitamin tersebut bukanlah satu-satunya yang Anda butuhkan. Anda memerlukan kombinasi sejumlah vitamin lain dan mineral untuk menjaga fertilitas. Mengkonsumsi berlebihan unsur gizi tertentu tapi kurang mengkonsumsi unsur lainnya justru merugikan fertilitas (dan kesehatan) Anda. Dalam kondisi apa pun, pola makan dengan gizi seimbang harus tetap dipertahankan. Berikut adalah tujuh nutrisi yang bila dikonsumsi secara seimbang akan menambah kesuburan Anda:
1. Vitamin E
Vitamin E sangat penting bagi sistem reproduksi pria dan wanita. Bagi wanita, vitamin E menjaga sistem endokrin dan produksi hormon-hormon yang baik. Bagi pria, vitamin E mendukung produksi sperma dan hormon-hormon seks serta mencegah kerusakan DNA sperma.
Sebuah riset menunjukkan bahwa kerusakan yang ekstensif pada DNA sperma dapat menyebabkan infertilitas. Kerusakan DNA tersebut terutama disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin E sebagai antioksidan dapat mencegah kerusakan DNA sperma.
Asupan vitamin E yang disarankan adalah 400 UI per hari. Sumber utama vitamin E adalah kecambah, kedelai, hati, dan sayuran berwarna hijau tua.
2. Vitamin C
Vitamin C penting bagi pria dan wanita. Bagi wanita, vitamin C bermanfaat menjaga keseimbangan hormonal, meningkatkan fertilitas, memperkuat sistem imun, dan membantu penyerapan zat besi. Bagi pria, vitamin C mencegah penggumpalan sperma dan meningkatkan mobilitas sperma.
Sumber utama vitamin C adalah buah-buahan seperti jambu, sirsak, pepaya, jeruk, mangga, stroberi dan sayuran seperti cabai dan bayam. Konsumsi harian vitamin C yang disarankan adalah 750-1000 mg.
Meskipun terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C tidak berbahaya karena vitamin ini larut dalam air sehingga bila berlebihan akan dibuang lewat air seni, kelebihan vitamin C dapat menurunkan pH tubuh yang kurang menguntungkan bagi sperma dan telur.
3. Vitamin B

Ada dua jenis vitamin B yang bermanfaat menambah kesuburan, satu untuk pria dan satunya untuk wanita. Vitamin B12 dapat menambah dan meningkatkan kualitas sperma sedangkan vitamin B6 dapat meningkatkan kesuburan wanita. Jenis vitamin B lainnya seperti asam folat juga penting untuk proses penyatuan sperma dan sel telur (konsepsi).
Asupan vitamin B6 dan B12 yang disarankan adalah 1,3 dan 2,4 mikrogram per hari. Sumber vitamin B6 adalah wortel, telur, ayam, ikan, pisang, brokoli dan beras merah. Sedangkan  sumber vitamin B12 adalah hati, susu dan ikan.
4. Zat besi
Zat besi penting untuk transportasi darah dan oksigen di dalam tubuh. Kaum wanita memerlukannya untuk menjaga keseimbangan proses ovulasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa 40% anggota kelompok wanita yang mengalami masalah ovulasi menjadi subur setelah menambah konsumsi zat besi.
Asupan zat besi yang disarankan bagi pria dan wanita dewasa masing-masing adalah 8 mg dan 18 mg per hari.  Zat besi paling baik diperoleh dari sumber alami seperti kangkung, bayam, hati dan daging.
5. Selenium

Studi yang dilakukan universitas Padua, Italia, menunjukkan bahwa kekurangan selenium dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Seperti halnya vitamin E, sebagai antioksidan selenium berperan mencegah oksidasi sel-sel sperma.
Sumber utama selenium adalah daging merah, hati dan makanan laut. Asupan harian yang direkomendasikan untuk pria dewasa adalah 70 mikrogram.
6. Zinc
Zinc atau seng adalah mineral yang sangat penting bagi kesuburan. Mineral ini terdapat pada lebih dari 200 enzim dan protein dan penting sekali bagi pria untuk membantu menjaga fungsi organ seksual dan produksi sperma. Kekurangan zinc menyebabkan penurunan hormon testosteron, penyusutan testis dan pengurangan produksi sperma yang sehat.
Kerang mengandung paling banyak zinc dibandingkan makanan lainnya. Namun berhati-hatilah bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya karena kerang dari teluk Jakarta dicurigai banyak tercemar logam berat seperti timbal dan cadmium. Alih-alih bertambah sehat, Anda justru bisa menjadi sakit karenanya. Zinc juga terdapat pada hati, daging sapi, kepiting,daging kambing, telur dan ayam. Jumlah asupan zinc yang disarankan adalah 15 mikrogram per hari.
7. Kalsium
Untuk mempersiapkan kehamilan, Anda perlu cadangan kalsium yang cukup. Kalsium juga meningkatkan pH tubuh Anda, yang menguntungkan bagi sperma dan telur yang sudah dibuahi serta sejumlah manfaat lain. Sumber kalsium yang terbaik adalah susu segar, sayuran hijau dan daging. Satu gelas susu segar mengandung sekitar 800 mg kalsium.
Kalsium pada makanan lebih mudah diserap tubuh. Namun, suplemen kalsium memberikan alternatif yang lebih praktis. Wanita yang ingin menambah kesuburannya harus mengkonsumsi 1000 mg kalsium sehari.
image: source
Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Saturday, 9 June 2012

Aniversary Slideshow Slideshow

Aniversary Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Aniversary Slideshow Slideshow ★ to Batam. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor

MY ANIVERSARY

Alhamdulillah sudah terjadi ini semua.... salam sejahtera kepada TUHAN dan RasulNYA... terima kasih TUHAN ku memohon ampunan atas segala dosa saya baik yang saya sengaja maupun yang tidak sengaja... serta terima kasih telah ENGKAU tunjukan pendamping saya... sMOGA ini adalah yang pertama dan yang terakhir... ku mohon ENGKAU selalu meridhoi jalan hidup hamba ini... hanya ENGKAU yang saya maksud dan hanya ridhoMU yang saya harapkan dalam hidup ini... berawal perkenalan iseng iseng berujung keseriusan... ini dia my husb... hihihihi hanya 3x jumpa kami alhamdulillah bisa menjadi satu history perkenlan kami... pada bulan mei 2011 kami berkenalan hanya dalam dumay heheheheh maklum jarak yang jauh dan time yang tidak ada sehingga pada bulan oktober 2011 baru kita meet itupun hanya 2 jam kami jumpa tepatnya di mall panbil dan berujung di kepri mall... huuummmm satu ayat yang selalu aku ingat saat dia mengantar saya ke dalam surau aku turun dari dalam mobilnya dia biang mudah - mudahan jodoh wow wow dalam hatiku bilang huuummm ini cwok berani banget mengutarakan kata - kata itu... hihihi... alhasil yakh ku balas dengan kata inzallah sambil tersenyum... gw biasa - bisanya pada awalnya... meet ke dua kalinya adalah pada bulan April tgl 26... yah disitu kami jumpa ada lama dan bahkan sampai jalan juga di ajaknya ke barelang... berkesan di situ karena selama dalam dumay kami selalu membahas keseriusan soalnyakan aku juga udah malas dan capek kalau mau main main namanya pacaran... dan umur juga udah berapa... yah di  kenalkanya aku pada kakak dia dan ponakanya.... yahhh baru aku agak perrcaya setelah dia buat seperti itu... karena ku baru bisa nampak keseriusan dia ke aku... pada akhirnya meet last adalah tgl 17 mei... di situ udah di tetapkan kapan kita akan merit yah ibaratnya kapan dia akan menjadi suami akyuuuu hehehhehhehe... alhamdulillah orang tua dan keluarga aku setuju saja dengan keinginanku untuk menikah dengan dia walaupun jarka jauh tapi inzallah ini adalah yang terbaik... serta keluarga dia di makasar juga merestuinya... in the end adalah pada tgl 08.06.2012 kami melangsungkan ijab kabul tepatnya di KUA batam kota berdekatan dengan YAYASAN KIBLATUL AMIN DUA... yah beginilah akhirnya ku kini udah bergelar istri orang yaitu Baharuddin.... hihihihiihi

terima kasih TUHAN inilah takdir yang ENGKAU berikan kepada saya inzallah ku ingin menerimanya dengan hati lapang dan syukur yang tidak terkira... hanya satu pintaku pada TUHAN tetapkanlah iman islam tauhid makrifatullah saya padaMU... sehingga ku bisa menjadi istri yang baik untuk suami... inzallah anak - anak saya kelak dan keluarga dan selalu dalam lindunganMU... TUHAN cintaku hanya padaMU... sMOGA ENGKAU selalu menyertai saya dalam susah duka saya... amiiiinnnn

Sunday, 8 April 2012

Marketing Strategies

Push-Pull Marketing

Written by Richard San Juan for Gaebler Ventures
Push-pull marketing strategies are two distinct methods of promoting products and services to a target market. There are specific advantages in using each of these two marketing strategies. Being able to know the difference as well as how to use both in conjunction with another is very valuable information to an entrepreneur.
Push and pull marketing is used to define marketing practices for getting customers to purchase a certain brand, product, or service.
(article continues below)
 
When you think of push and pull marketing, think of it in terms of a person either gets "pulled" in to see what the seller has to offer or the seller "pushes" out what he has to sell to the buyer.
Both approaches have their own advantages and disadvantages depending on the overall marketing strategy being used. Differentiating and knowing how to use both marketing strategies will be very beneficial to aspiring entrepreneurs.
Push Marketing
In a "push" system, the customer usually doesn't request the product or service to be developed. Instead, the product or service is "pushed" out to the end-user through methods like advertising on relevant websites, e-mail marketing refined by search engine optimization, and cold calling or e-mailing a prospect.
These represent ways to be proactive and engage your target market. This approach is most useful for entrepreneurs, because oftentimes, when they start their small businesses, their products or services are not well known to the public. Therefore, by following this strategy, at least the products or services will be known to the target segment.
SPECIAL OFFER. Need to find the right prospect mailing list? Deliver your message to the right audience with highly targeted mailing lists from Experian. Special offer for Gaebler.com site visitors -- 5% off all Experian mailing list purchases.

Purchase an Experian mailing list now.
 
Of course, however, the marketers will mostly concentrating on promoting the product's features and benefits in an effort to get a favorable response from potential consumers. An example of this can be seen when perfume products being sold. Women generally do not request to smell a fragrance from a brand they are not familiar with or unknown to them. However, if the retailer is promoting that specific brand of perfume, the salesperson can recommend or "push" the consumer to sample it.
In sum, "push" marketing is definitely more of a short-term strategy to get the targeted market familiar with the products or services being offered.
Pull Marketing
In a "pull" marketing strategy, the customer requests the product to be "pulled" through the delivery channel.
With regards to this approach, various advertising and promotional strategies are developed to generate publicity to entice potential customers to gravitate towards a seller's products or services.
"Pull" marketing lets an entrepreneur or company focus on the development of the brand. While "push" marketing is more concerned with short-term results, "pull" marketing wants to create loyal supporters by setting a certain standard for their brand.
An example of this is the Porsche brand of cars. The company concentrated its efforts in developing the brand through the years. As a result, when the word "Porsche" is mentioned, majority of consumers readily associate it with being a high quality sports car due to the reputation of the brand.
This strategic development of the brand will obviously help in the long-term as companies and entrepreneurs can then offer more future products and services to interested customers who are already familiar with the brand.
Richard San Juan is currently pursuing an MBA degree with an emphasis in Finance from DePaul University in Chicago. He is particularly interested in writing about business news and strategies.

PULL SISTEM

A pull system is where processes are based on customer demand. The concept is that each process is manufacturing each component in line with another department to build a final part to the exact expectation of delivery from the customer.
Because your production process are designed to produce only what is deliverable your business becomes leaner, as result of not holding excessive stock levels of raw, part-finished, and finished materials.
One of main identifier of pull systems comes in the form of having Kanban methods in your production cycle. In essence a Kanban can be described as a visual aid which is used to show that either you have either finished a process, require work/more materials. The aim of having a visual aid is that the person who either feeds work off you or gives you work, becomes apparent of your needs quickly. Kanban is a concept that lends itself to high turnaround industries, but it can be applied to other environments. We shall be discussing Kanban in more detail in other areas of this web-site.
Unfortunately pull systems do not lend themselves to all business types, because of product types, lead times and any stock holding arrangements with customers.
However by having pull systems in some of your production processes, you will be able to reduce your lead times, and perhaps associated costs.

 Sebuah sistem tarik adalah di mana proses didasarkan pada permintaan pelanggan. Konsepnya adalah bahwa setiap proses manufaktur masing-masing komponen sesuai dengan departemen lain untuk membangun bagian akhir untuk harapan yang tepat dari pengiriman dari pelanggan.

Karena proses produksi Anda dirancang untuk memproduksi hanya apa adalah penyampaian bisnis Anda menjadi lebih ramping, akibat tidak menahan tingkat stok yang berlebihan baku, bagian-jadi, dan bahan selesai.

Salah satu pengenal utama dari sistem tarik datang dalam bentuk memiliki metode Kanban dalam siklus produksi Anda. Intinya Kanban dapat digambarkan sebagai bantuan visual yang digunakan untuk menunjukkan bahwa baik Anda telah baik selesai proses, memerlukan kerja / bahan lebih. Tujuan memiliki alat bantu visual adalah bahwa orang yang baik bekerja di luar feed Anda atau memberikan pekerjaan, menjadi jelas kebutuhan Anda dengan cepat. Kanban adalah konsep yang cocok untuk industri perputaran yang tinggi, tetapi dapat diterapkan pada lingkungan lain. Kita akan membahas Kanban secara lebih rinci di daerah lain di web-site ini.

Sayangnya sistem tarik tidak meminjamkan diri untuk semua jenis bisnis, karena jenis produk, lead time dan setiap saham memegang perjanjian dengan pelanggan.

Namun dengan memiliki sistem tarik di beberapa proses produksi Anda, Anda akan dapat mengurangi waktu memimpin Anda, dan biaya mungkin terkait.

PULL ADN PUSH SISTEM

Push Vs Pull System
  • Push System: In a push system, releases are scheduled.  So, throughput is determined by a exogenously set release rate (given by the Master Production Schedule).  Since the releases are linked to orders (or forecasts), a push system is controlled by upstream information and is inherently make-to-order. In terms of our nomenclature, open lines are push systems because they have no endogenous restriction on releases to the line.
  • Pull System: In a pull system, releases are authorized.  That is, there is an endogenous signal based on system status that determines whether a release is allowed or not.   In particular, the system status that triggers releases is based on stock voids, which means that a pull system is controlled by downstream information and is inherently make-to-stock.  In our nomenclature, closed lines are pull systems, because buffer spaces act as stock voids to trigger releases.
Push versus Pull System

 
Push/Pull Interface
It is not necessary that a production line be pure push or pure pull. One can design a line so that a segment of the line operates as push and the another segment operates as pull. We present a specific example to illustrate this.
Example
Consider two hypothetical fast food centers, Custom Taco and Quick Taco. In both the systems raw material (uncooked food and packaging material) is cooked, assembled and packaged before being sold to the customer. However, the two systems use a different push/pull interface to achieve different performance from the system.
 
 

Production system for Custom Taco
The Custom Taco production line is shown in the figure above. The refrigerator for stocking the raw material is run according to a pull system. That is, the order for refilling the refrigerator is released when the level of a particular item reaches its reorder point. Everything beyond the refrigerator is run according to a push system. That is, food items are produced in response to customer orders (which represent a schedule)  that determines the release rate for the items. The transition between the pull system and the push system occurs between the refrigerator and the cooking stage and therefore represents the push/pull interface for the system.
 
 

Production system for Quick Taco
In contrast, consider the Quick Taco production line illustrated above.  The processes are the same as for the Custom Taco line. However, we have added a warming table after the assembly stage which stores a predetermined level of assembled, but not bagged food items (Assembly puts wrappers on individual items, while packaging puts them into bags to fill orders.)   Hence, the line before the warming table operates as a pull system, since releases are triggered by removal of items from stock. Beyond the warming table, the line operates as a push system, since items are moved in response to customer orders.
In terms of system performance, the Custom Taco line is well-suited to a high degree of product variety.  Inventory is held in its most generic form (raw material) and hence inventory costs are low.  However, this line may not be responsive from a service standpoint, since the customer sees the entire production time as lead time.  The Quick Taco line is more responsive, since the customer sees only the time to package and sell the items.  However, it has more inventory because items are stocked at the assembled level.
The tradeoff involved in moving the push/pull interface closer to the customer is one of trading higher inventory for faster delivery.  The most attractive place to locate the push/pull interface depends on customer expectations as well as costs.  Costs are strongly dependent on how rapidly the product proliferates as it traverses the production line.  For instance, in a line that produces a single product (e.g., ball point pens), there is little difference between the cost of holding inventory as raw materials or finished goods inventory.  Hence, in such a system, it may make sense to put the push/pull interface at finished goods inventory and run the entire system as in make-to-stock mode.  On the other hand, in a system where every order is customized after the first step in the process (e.g., a machine shop that does custom prototyping), there is no choice but to hold inventory at the raw material level and run the system in make-to-order mode.
For most lines, where there is some product proliferation, an intermediate push/pull interface may make sense.  For instance, in the Quick Taco line, the warming table can be placed after assembly because there are relatively few items (e.g., three taco types and two burrito types).  But placing the warming table after packaging would not be feasible, since the number of products (i.e., all possible combinations of bags of tacos and burritos) would be too large.  Hence, the cost versus delivery speed tradeoff is strongly affected by the rate of product proliferation and therefore the proper placement of the push/pull interface is a highly individualized decision for a given production system.
 

Saturday, 7 April 2012

SIFAT-SIFAT NABI MUHAMMAD SAW



 
   

SIFAT-SIFAT NABI MUHAMMAD SAW

Fisik Nabi Muhammad SAW
Kebiasaannya
Keadaannya di rumah

Keadaannya di luar rumah
Majelisnya
Ketika bersama sahabat-sahabatnya
Ketika diamnya

Telah dikeluarkan oleh Ya'kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu dia memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata: Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila beliau marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila beliau berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan dia lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang dia memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya.
Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!
Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.

Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa dia menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila dia melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga dia dapat membela kerananya. Dia tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila dia merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila dia marah dia terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila dia gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila dia ketawa, dia ketawa seperti embun yang dingin.
Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar beliau dan masuk beliau, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu.
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila dia berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian khusus untuk Allah ta'ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun dibedakan dari yang lain. Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, dia selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama. Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka dia akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: "Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat", tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu saja. Dia tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ihwal agamanya.
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Dia selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Dia senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang dia mengingatkan orang ramai, tetapi dia senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Dia selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan. Dia senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan dia berzikir kepada Allah SWT Dia tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila dia sampai kepada sesuatu tempat, di situlah dia duduk sehingga selesai majelis itu dan dia menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, dia terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali. Dia tidak pemah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Dia dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran , tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan.
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Dia tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Dia tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala. Apabila dia berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila dia berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Dia tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan dia merasa takjub bila mereka merasa takjub. Dia selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi dia tetap menyabarkan mereka dengan berkata: "Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!". Dia juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, dia tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Dia tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah dia berbicara, atau dia menjauh dari tempat itu.
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Dia meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat.